Menganalisis tokoh dengan TEORI HUMANISTIK ABRAHAM MASLOW

Posted: May 15, 2012 in Uncategorized
Istilah humanistic psychology diberi oleh Abraham Maslow. Menggambarkan penekanan yang diberi keatas potensi kreativiti dalaman manusia yangmembantu mereka menyedari matlamat yangpaling tinggi dalam hidup mereka. Perkembangan ini telah diberi berbagai label seperti self actualization, selfhood 
atau self realization di mana ia bermaksud ke arahkesempurnaan kendiri. Perspektif humanism menekankan keunikanindividu dan percaya manusia bebasmembuat pilihan sendiri. Manusia dilihat sebagai mempunyaikeinginan untuk berusaha secara semula jadike arah kebahagiaan dan kreativiti.
 
Konsep Maslow menekankan aspek manusia mempunyai naluri semula jadi yang baik dan mempunyai keinginan mencapai kesempurnaan.
 
 

Maslow menggunakan piramida sebagai peraga untuk memvisualisasi gagasannya mengenai teori hirarki kebutuhan. Menurut Maslow, manusia termotivasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut memiliki tingkatan atau hirarki, mulai dari yang paling rendah (bersifat dasar/fisiologis) sampai yang paling tinggi (aktualisasi diri). Adapun hirarki kebutuhan tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Kebutuhan fisiologis atau dasar
  2. Kebutuhan akan rasa aman
  3. Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi
  4. Kebutuhan untuk dihargai
  5. Kebutuhan untuk aktualisasi diri
 

Menurut pendapat saya BJ Habibie dapat dikatakan salah satu tokoh yang masuk dalam teori humanistik ini, terutama pada konsep Maslow yang menekankan aspek manusia mempunyai naluri semula jadi yang baik dan mempunyai keinginan mencapai kesempurnaan.

Kita dapat melihat dari contoh yang singkat, yaitu pada saat masa pemerintahannya di Indonesia seperti yang sudah pernah saya bahas sebelumnya. BJ Habibie mewarisi kondisi kacau balau pasca pengunduran diri Soeharto akibat salah urus pada masa orde baru, sehingga menimbulkan maraknya kerusuhan dan disintegerasi hampir seluruh wilayah Indonesia. Segera setelah memperoleh kekuasaan Presiden Habibie segera membentuk sebuah kabinet.

Di bidang ekonomi, ia berhasil memotong nilai tukar rupiah terhadap dollar masih berkisar antara Rp 10.000 – Rp 15.000. Namun pada akhir pemerintahannya, terutama setelah pertanggungjawabannya ditolak MPR, nilai tukar rupiah meroket naik pada level Rp 6500 per dolar AS nilai yang tidak akan pernah dicapai lagi di era pemerintahan selanjutnya. 

Dapat dilihat dengan jelas juga pada visi, misi dan kepemimpinan presiden BJ Habibie,

Dalam menjalankan agenda reformasi memang tidak bisa dilepaskan dari pengalaman hidupnya. Setiap keputusan yang diambil didasarkan pada faktor-faktor yang bisa diukur. …”.

Pada era pemerintahannya yang singkat ia berhasil memberikan landasan kokoh bagi Indonesia. Walaupun dengan usaha yang tidak mudah, dengan hasil yang naik turun ia tetap berusaha mencapai apa yang ia inginkan dan ia harapkan.

Sehingga dapat dikatakan ia sebagai seorang tokoh yang masuk dalam teori Humanistik dari Maslow yaitu individu yang kreatif, mampu mengembangan potensi-potensi yang ada didalam dirinya. BJ Habibie juga mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya, mempunyai naluri semula jadi yang baik dan mempunyai keinginan mencapai kesempurnaan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s